Aku mencintaimu, Ibu..
Aku mencintaimu di dalam hening yang menghujan..
Di dalam tatih yang tak pernah meletih..
Di dalam langkah yang tak pernah melelah..
Dan di dalam luruh yang tak pernah mengeluh..
Aku mencintaimu, Ibu..
Aku mencintaimu pada tepian-tepian pantai berombak..
Pada tegar yang tak pernah bergetar..
Pada yakin yang tak pernah berakhir..
Dan pada doamu yang memutiara..
Aku mencintaimu, Ibu..
Darimu, ku belajar mengecap nikmatnya bersabar..
Seperti Senyum yang tak menolak untuk Datang ketika seharusnya berkata "aku tak baik-baik saja"..
Atau Air Mata yang tak menolak untuk Jatuh ketika berkata "Aku Bahagia"..
Aku mencintaimu, Ibu..
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 14 Januari 2012
Sabtu, 31 Desember 2011
Mentari.. Pagi..
Seperti matahari yang memecahkan sinarnya pada setiap ujung-ujung pekatnya malam..
Syahdu..
Menyerpih kemudian menerang..
Menghangatkan sepasang bola mata yang terlelap pulas..
Dan itu adalah pagi, begitu harum, harum yang mengalir deras pada setiap rongga-rongga pernafasanku..
Membangunkan dari tidur dengan hangat..
Menyadarkan dari lelap dengan harum..
Dan kamu..
Kamulah matahari itu..
Kamulah pagi itu..
Baca Selengkapnya...
Syahdu..
Menyerpih kemudian menerang..
Menghangatkan sepasang bola mata yang terlelap pulas..
Dan itu adalah pagi, begitu harum, harum yang mengalir deras pada setiap rongga-rongga pernafasanku..
Membangunkan dari tidur dengan hangat..
Menyadarkan dari lelap dengan harum..
Dan kamu..
Kamulah matahari itu..
Kamulah pagi itu..
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 05 November 2011
Bergetar Memecah
Diantara mereka, ada yang menyatakan bergetar pada kujur-kujur tubuh..
Ku hanya tersenyum pelan di hati..
Tak ku tahu dengan pasti, Kekuatan apakah yang mampu menggetarkan itu..??
Namun yang ku tahu, sesuatu yang menggetarkan itu adalah kekuatan atas sejatinya naluri yang hadir pada klimaks dari sekian frekuensi rotasi catatan takdir..
Dan oleh Tuhan, tak sedikitpun tubuhku digetarkan ketika Tuhan menitipkan padaku sesuatu yang sejatinya Tuhan titipkan untukmu..
Ya, benar untukmu..
Namun setelah sesuatu itu ku sampaikan padamu, barulah tubuhku seketika itu terasa memecah..
Thanks God, Mum..
Baca Selengkapnya...
Ku hanya tersenyum pelan di hati..
Tak ku tahu dengan pasti, Kekuatan apakah yang mampu menggetarkan itu..??
Namun yang ku tahu, sesuatu yang menggetarkan itu adalah kekuatan atas sejatinya naluri yang hadir pada klimaks dari sekian frekuensi rotasi catatan takdir..
Dan oleh Tuhan, tak sedikitpun tubuhku digetarkan ketika Tuhan menitipkan padaku sesuatu yang sejatinya Tuhan titipkan untukmu..
Ya, benar untukmu..
Namun setelah sesuatu itu ku sampaikan padamu, barulah tubuhku seketika itu terasa memecah..
Thanks God, Mum..
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 01 Oktober 2011
Good Morns
Good Morns for the winner that wins the heart..
I Love You more than the sun that loves morning..
Baca Selengkapnya...
I Love You more than the sun that loves morning..
Baca Selengkapnya...
Selasa, 27 September 2011
Subuh Yang Indah
Subuh yang indah adalah ketika aku dan kamu membunuh waktu,
Mengecap dinginnya angin..
Dan cahaya bulan tanpa ragu berguguran menyelimuti kapal, laut dan pantai..
Subuh yang indah adalah ketika aku dan kamu membunuh waktu,
Yang tak peduli dengan menggigil dalam dingin..
Dan dua pasang roda dua tanpa ragu menempuh perjalanan sampai tujuan dalam pelan.. Baca Selengkapnya...
Mengecap dinginnya angin..
Dan cahaya bulan tanpa ragu berguguran menyelimuti kapal, laut dan pantai..
Subuh yang indah adalah ketika aku dan kamu membunuh waktu,
Yang tak peduli dengan menggigil dalam dingin..
Dan dua pasang roda dua tanpa ragu menempuh perjalanan sampai tujuan dalam pelan.. Baca Selengkapnya...
Rabu, 07 September 2011
Mum..
Seperti berdiri di ambang letih..
Dan ketika melihatmu, aku seperti melihat kebahagiaan..
Kebahagiaan yang membuatku bahagia jika ku melihatnya..
Dan melihatmu tersenyum, aku seperti melihat kebahagiaan tengah tersenyum manis padaku..
Dan tak ingin melihatmu bermurung, walaupun sepersekian gesah kedip mata..
Relatifitas antara letih dan garis wajahmu..
Baca Selengkapnya...
Dan ketika melihatmu, aku seperti melihat kebahagiaan..
Kebahagiaan yang membuatku bahagia jika ku melihatnya..
Dan melihatmu tersenyum, aku seperti melihat kebahagiaan tengah tersenyum manis padaku..
Dan tak ingin melihatmu bermurung, walaupun sepersekian gesah kedip mata..
Relatifitas antara letih dan garis wajahmu..
Baca Selengkapnya...
Rabu, 31 Agustus 2011
Senandung Lazuardi
"Sepasang kemenangan dan keadaannya.. "
Lazuardi pada matahari yang beranjak menuju kaki langit menyenandung..
"Laut adalah kemenangan..
Pantai adalah Keadaan Menang atas Kemenangan itu sendiri..
Apapun keadaanmu, ketika duduk di tepi pantai dan menatap laut..
Ketika itulah kau duduk dalam Keadaan Menang..
Ketika itu pula kau sedang menatap Kemenangan..
Dan Kaulah Keadaan Menang itu..
Kaulah Kemenangan Itu.."
Dan kemudian kau menjadi begitu harum..
Harum dalam nafas..
Harum dalam lihat..
Harum dalam pikir..
Baca Selengkapnya...
Lazuardi pada matahari yang beranjak menuju kaki langit menyenandung..
"Laut adalah kemenangan..
Pantai adalah Keadaan Menang atas Kemenangan itu sendiri..
Apapun keadaanmu, ketika duduk di tepi pantai dan menatap laut..
Ketika itulah kau duduk dalam Keadaan Menang..
Ketika itu pula kau sedang menatap Kemenangan..
Dan Kaulah Keadaan Menang itu..
Kaulah Kemenangan Itu.."
Dan kemudian kau menjadi begitu harum..
Harum dalam nafas..
Harum dalam lihat..
Harum dalam pikir..
Minggu, 17 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
Sahabat, Bagiku Tentang Dirimu
Karena bagiku, dulu hingga sekarang dan sampai seterusnya nanti kau memang hebat. Dan sampai kapanpun itu, tak ada yang dapat memadamkan kobaran kagumku padamu.
Baca Selengkapnya...
Marii Mendengar
Aku ingin mendengar lagu ini disini.
Agar jika nanti ku dengar lagu ini lagi yang entah dimana pun itu, aku akan mengingat ruang dan waktu ini.
Dan dengan lagu ini, kau akan membunuhku.
Baca Selengkapnya...
Agar jika nanti ku dengar lagu ini lagi yang entah dimana pun itu, aku akan mengingat ruang dan waktu ini.
Dan dengan lagu ini, kau akan membunuhku.
Langganan:
Postingan (Atom)

