Senin, 28 Juli 2014

Mengalah

Mereka yang memilih untuk mengalah bukan berarti mereka kalah, tetapi mereka mengerti apa yang sejatinya yang mereka menangkan, dengan mengalah..

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 07 Desember 2013

Satu Tatap Tetap

Aku ingin merindukanMu, hingga rindu ini bertekuk lutut kepadaku..
Baca Selengkapnya...

Kamis, 15 November 2012

A Couple of Miracle Leaves

Terimakasih, Tuhan. 

Terimakasih. Engkau telah menciptakan sepasang dedaunan yang begitu dahsyat. Telinga Ibu, misalnya..

Terimakasih..
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 10 November 2012

Jatuh Cinta Kepada Laut

Kita ditatapi pintu, kemudian baru benar-benar menyadari, kita telah jatuh cinta kepada laut. Kita, dikutuk waktu..
Baca Selengkapnya...

Senin, 30 Januari 2012

Frens

Evening, Frens.

I don’t think that all the things will be like this. Our straight used to be same but now we are all different. We have our own straight, we have our own choice, and we have our own way that we have to overrun our self. That time is so special I ever get. I’ve been given the time by My God to meet you, to know you and to get so much education from you. I learn so much from you.

TQ.
Evening, Frens.
Baca Selengkapnya...

Minggu, 29 Januari 2012

Tamu Kehidupan

Selamat sore, Waktu.

Bagaimanakah kabarmu sebelum terbenam matahari? Meninggi dan ketika terbit? Aku begitu berharap kau baik-baik saja, hai sang pemenang. Kau sungguh sang pemenang. Sang pemenang yang memenangkan segala keadaan. Yang memenangkan dan yang memenangkan.


Jika kehidupan adalah rumah, maka suatu kemutlakan adalah ketika menjamumu dengan sebaik-baiknya. Karena kamu adalah tamu bagiku.

Selamat sore, Waktu.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 28 Januari 2012

Evening IV

Good Evening. The True Lord.

I beg Your lead, thanks.

Good Evening. The True Lord.
Baca Selengkapnya...

Jumat, 27 Januari 2012

Kamar Kosong II

Selamat sore, Kamar Kosong.


Haii.. Gimana kabarmu? :)

Sepertinya aku memang harus menanyakan kabarmu walaupun aku tahu benar keadaanmu setiap hari. Ya, benar. Aku sejelas mengiyakan pengakuan itu, semoga kamu juga menyatakan pengakuan yang sama padaku. Memang aku tak mungkin menolak untuk mengiyakan, karena aku dan kamu selalu saling menganga, saling menatap membunuh sunyi sehingga aku dan kamu tak lagi sendiri karena sepi kita telah saling menemani.

Terimakasih untuk menemani dalam keadaanmu tanpa potongan-potongan bola pijar. Dalam keadaan itu kau menampilkan penampilan terbaikmu untuk berbagi cerita denganku. Sudahlah aku ingin berhenti menulis surat ini. Aku sedang ingin bercerita denganmu. Nanti kau ku kirimi surat lagi.

Selamat sore, Kamar Kosong.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 26 Januari 2012

Merah Menguning Melingkar

Selamat sore, Merah Menguning Melingkar.

Bagaimana kabarmu? Baik kan?
Kau tampak cantik hari ini, meskipun kau tak memperlihatkan penuh lingkar cahayamu. Kau tampil memukau, sebagai sabit yang melukis senyummu.

Apakah kamu masih ingat, aku pernah kau buat kehujuanan? Hujan yang tak seharusnya turun ketika itu karena ku tak menyadarinya. Dan sekarang, aku begitu bersyukur atas kau buatku kehujanan ketika itu.

Aku masih ingat benar semasa kecil dulu. Ketika ibu melagukan tentangmu. Lagu yang sejak pertama kali hingga sampai saat ini selalu sukses membuatku menembus bening cermin ketika aku mendengarnya. Dan aku memohon agar selamanya.

Aku masih ingat benar semasa kecil dulu. Ketika ibu melagukan tentangmu. Lagu terbodoh yang seharusnya tak pernah ada karena selalu sukses membuatku tersekat rasa takut kehilangan ciuman pada kening dan tangan itu. Tapi aku suka mendengar lagu itu, aku tak ingin kehilangannya juga semua yang menyebabkan lagu itu ku dengar untuk pertama kalinya.

Terimakasih, Purnama.

Selamat sore, Merah Menguning Melingkar.


Baca Selengkapnya...

Rabu, 25 Januari 2012

Evening III

Good evening, The True Lord.

I beg Your breeze, thanks

Good evening, The True Lord.
Baca Selengkapnya...