Sabtu, 31 Desember 2011

Mentari.. Pagi..

Seperti matahari yang memecahkan sinarnya pada setiap ujung-ujung pekatnya malam..
Syahdu..
Menyerpih kemudian menerang..
Menghangatkan sepasang bola mata yang terlelap pulas..
Dan itu adalah pagi, begitu harum, harum yang mengalir deras pada setiap rongga-rongga pernafasanku..
Membangunkan dari tidur dengan hangat..
Menyadarkan dari lelap dengan harum..

Dan kamu..
Kamulah matahari itu..
Kamulah pagi itu..

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 05 November 2011

Bergetar Memecah

Diantara mereka, ada yang menyatakan bergetar pada kujur-kujur tubuh..
Ku hanya tersenyum pelan di hati..
Tak ku tahu dengan pasti, Kekuatan apakah yang mampu menggetarkan itu..??
Namun yang ku tahu, sesuatu yang menggetarkan itu adalah kekuatan atas sejatinya naluri yang hadir pada klimaks dari sekian frekuensi rotasi catatan takdir..

Dan oleh Tuhan, tak sedikitpun tubuhku digetarkan ketika Tuhan menitipkan padaku sesuatu yang sejatinya Tuhan titipkan untukmu..
Ya, benar untukmu..
Namun setelah sesuatu itu ku sampaikan padamu, barulah tubuhku seketika itu terasa memecah..
Thanks God, Mum..
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 01 Oktober 2011

Good Morns

Good Morns for the winner that wins the heart..
I Love You more than the sun that loves morning..

Baca Selengkapnya...

Selasa, 27 September 2011

Subuh Yang Indah

Subuh yang indah adalah ketika aku dan kamu membunuh waktu,
Mengecap dinginnya angin..
Dan cahaya bulan tanpa ragu berguguran menyelimuti kapal, laut dan pantai..

Subuh yang indah adalah ketika aku dan kamu membunuh waktu,
Yang tak peduli dengan menggigil dalam dingin..
Dan dua pasang roda dua tanpa ragu menempuh perjalanan sampai tujuan dalam pelan.. Baca Selengkapnya...

Rabu, 07 September 2011

Mum..

Seperti berdiri di ambang letih..
Dan ketika melihatmu, aku seperti melihat kebahagiaan..
Kebahagiaan yang membuatku bahagia jika ku melihatnya..
Dan melihatmu tersenyum, aku seperti melihat kebahagiaan tengah tersenyum manis padaku..
Dan tak ingin melihatmu bermurung, walaupun sepersekian gesah kedip mata..
Relatifitas antara letih dan garis wajahmu..
Baca Selengkapnya...

Rabu, 31 Agustus 2011

Senandung Lazuardi

"Sepasang kemenangan dan keadaannya.. "
Lazuardi pada matahari yang beranjak menuju kaki langit menyenandung..

"Laut adalah kemenangan..
Pantai adalah Keadaan Menang atas Kemenangan itu sendiri..
Apapun keadaanmu, ketika duduk di tepi pantai dan menatap laut..
Ketika itulah kau duduk dalam Keadaan Menang..
Ketika itu pula kau sedang menatap Kemenangan..
Dan Kaulah Keadaan Menang itu..
Kaulah Kemenangan Itu.."

Dan kemudian kau menjadi begitu harum..
Harum dalam nafas..
Harum dalam lihat..
Harum dalam pikir..
Baca Selengkapnya...

Minggu, 17 Juli 2011

A Numb

Mencintaimu dalam berbagai rasa, asa dan keadaan.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Juli 2011

Sahabat, Bagiku Tentang Dirimu

Karena bagiku, dulu hingga sekarang dan sampai seterusnya nanti kau memang hebat. Dan sampai kapanpun itu, tak ada yang dapat memadamkan kobaran kagumku padamu.

Baca Selengkapnya...

Marii Mendengar

Aku ingin mendengar lagu ini disini.
Agar jika nanti ku dengar lagu ini lagi yang entah dimana pun itu, aku akan mengingat ruang dan waktu ini.
Dan dengan lagu ini, kau akan membunuhku.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Juni 2011

Menghitam. Ataukah memang hitam?

Menghitam. Ataukah memang hitam? Aku yakin, kamu tidak hitam. Kamu hanya menghitam karena gelap yang sempat menghitamkan. Dan setelah gelap itu menjauh, kamu merasa nyaman dengan sisa hitamnya lalu bertahan di dalamnya yang kemudian menjadikanmu hitam. Permukaan luarmu bercahaya. Sama seperti yang lainnya. Tak ada beda. Bahkan kamu lebih terang dari yang lainnya. Sudah banyak yang tahu.

Aku datang dengan membawa memo kecil di tanganku yang tak tahu berapa kuantitas kata ataupun kalimat di dalamnya. Tapi telah dua puluh satu tahun aku membacanya. Dan mungkin saja karena kebetulan tertulis kata, kalimat, paragraf ataupun sekumpulan paragraf pada memoku yang juga sama tertulis pada memomu, dan mungkin juga sebaliknya. Dan mungkin karena memo itulah sehingga kita dipertemukan untuk membaca isi dari memo kita masing-masing pada ruang, waktu ataupun pada kondisi yang sama.

Setelah aku berdiri di belakangmu. Mengikuti langkah, gerakkan, rencana dan masih banyak lagi. Ternyata kamu memang benar-benar bercahaya. Aku masih terus mengikutimu di belakangmu. Dan setelah serevolusi tanah yang ku injak melingkari matahari, tiba-tiba terasa seperti batu besar jatuh tepat dihadapanku. Menghentak. Ternyata aku menemukan hitam. Aku menemukan penampakkan hitam yang baru pertama kali ku lihat. Hitam yang pada awalnya hanya ku temukan pada penokohan cerita palsu, hayalan atau mungkin cerita-cerita kosong.

Terimakasih. Terimakasih untuk hitam yang sempat di perlihatkan. Walaupun sebenarnya aku malas dan tak suka hitam itu. Setidaknya kamu membuatku belajar bagaimana menghadapi hitam. Mengenal ciri-ciri hitam dari aroma, warna, atau apalah yang menyangkut hitam. Terimakasih.
Baca Selengkapnya...